Jelang Mudik, DK3P Jawa Timur Beri Tips Agar Perjalanan Lebaran Tetap Selamat 


Surabaya, 12 Maret 2026 —Dalam hitungan hari, umat Muslim akan menyambut Hari Raya Idulfitri 1447 Hijriah. Salah satu tradisi yang paling dinantikan masyarakat Indonesia adalah mudik Lebaran, yaitu pulang ke kampung halaman untuk berkumpul dan merayakan hari kemenangan bersama keluarga.

Namun di balik kebahagiaan tersebut, perjalanan mudik juga menyimpan potensi risiko yang tidak kecil. Lonjakan mobilitas kendaraan di jalan raya kerap meningkatkan kemungkinan terjadinya kecelakaan lalu lintas. Tidak sedikit pengemudi yang masih mengabaikan hal-hal mendasar saat berkendara, terutama ketika harus menempuh perjalanan jauh. Wakil Ketua Dewan Keselamatan dan Kesehatan Kerja Provinsi (DK3P) Jawa Timur, Edi Priyanto, mengingatkan bahwa faktor kelelahan menjadi salah satu penyebab utama kecelakaan selama musim mudik. Banyak pengendara merasa mampu menyetir dalam waktu lama tanpa beristirahat, padahal kondisi fisik yang menurun dapat berdampak serius terhadap konsentrasi dan kewaspadaan di jalan.

“Banyak pengemudi merasa sanggup menyetir berjam-jam tanpa jeda. Padahal kelelahan bisa menurunkan fokus dan memicu rasa kantuk yang berat. Kondisi ini sangat berbahaya dan sering menjadi pemicu kecelakaan,” ujarnya.

Ia menjelaskan bahwa sebagian besar insiden kecelakaan di jalan raya dipengaruhi oleh human factor atau faktor manusia. Kondisi seperti kelelahan, kurang konsentrasi, emosi saat berkendara, hingga memaksakan diri melanjutkan perjalanan tanpa jeda istirahat sering kali menjadi pemicu terjadinya kecelakaan.

Karena itu, kesiapan fisik pengemudi menjadi hal penting sebelum memulai perjalanan jarak jauh. Pengendara tidak disarankan berkendara dalam kondisi sakit, mengantuk, emosi tidak stabil, atau setelah mengonsumsi obat yang dapat menyebabkan kantuk. Jika perjalanan terasa melelahkan, pengemudi dianjurkan memanfaatkan rest area untuk beristirahat sejenak.

Menurut Edi, keberadaan rest area bukan sekadar tempat singgah, tetapi juga bagian dari manajemen keselamatan perjalanan. Dengan beristirahat secara berkala, pengemudi dapat memulihkan stamina sehingga tetap fokus saat kembali melanjutkan perjalanan.

Selain kondisi pengemudi, kesiapan kendaraan juga tidak kalah penting. Sebelum berangkat, pemudik sebaiknya memastikan kendaraan dalam kondisi prima. Pemeriksaan dapat meliputi sistem pengereman, kondisi ban, lampu kendaraan, oli mesin, hingga sistem pendingin agar perjalanan berlangsung aman. Pemudik juga disarankan membawa perlengkapan darurat seperti kotak P3K, segitiga pengaman, serta alat pemadam api ringan (APAR) untuk mengantisipasi situasi tak terduga di perjalanan.

Disiplin dalam berlalu lintas juga menjadi faktor penting untuk menjaga keselamatan. Pengemudi diimbau selalu menggunakan sabuk pengaman atau helm standar, mematuhi batas kecepatan, menjaga jarak aman antar kendaraan, serta tidak menggunakan telepon genggam saat mengemudi. Dalam perjalanan mudik, banyak keluarga turut serta, termasuk anak-anak dan lansia. Oleh karena itu, kapasitas kendaraan harus diperhatikan agar tidak melebihi batas yang dianjurkan. Keselamatan seluruh penumpang harus menjadi prioritas utama. Selain itu, menjaga kondisi tubuh juga penting selama perjalanan. Pemudik dianjurkan mengatur pola makan, mencukupi kebutuhan cairan tubuh, serta membawa obat pribadi bagi yang memiliki riwayat penyakit tertentu seperti hipertensi atau diabetes.

DK3P Jawa Timur juga mengingatkan masyarakat untuk memastikan kondisi rumah dalam keadaan aman sebelum meninggalkan rumah untuk mudik. Beberapa langkah yang dapat dilakukan antara lain mematikan instalasi listrik yang tidak diperlukan, memastikan kompor dan tabung gas dalam kondisi aman, serta memberi tahu atau berkoordinasi dengan tetangga yang tidak mudik.

Edi mengajak masyarakat menjadikan keselamatan sebagai bagian dari makna ibadah di bulan suci Ramadan dan momentum Idulfitri. Perjalanan mudik seharusnya menjadi jalan menuju kebahagiaan bersama keluarga, bukan sebaliknya.

“Lebaran adalah momen untuk kembali berkumpul dengan keluarga setelah menjalani Ramadan. Jangan sampai perjalanan menuju kebahagiaan justru berujung pada musibah,” pungkasnya.

Dengan persiapan yang matang, sikap disiplin, serta kesadaran akan pentingnya keselamatan, perjalanan mudik dapat berlangsung lebih aman dan nyaman. Setiap pemudik diharapkan tidak hanya fokus pada tujuan untuk segera sampai di kampung halaman, tetapi juga memperhatikan keselamatan diri sendiri, keluarga, dan pengguna jalan lainnya. Dengan menjadikan keselamatan sebagai prioritas utama, diharapkan momen Idulfitri benar-benar dapat dirayakan dengan penuh kebahagiaan bersama orang-orang tercinta tanpa adanya kejadian yang tidak diinginkan selama perjalanan. Semoga perjalanan mudik tahun ini berjalan lancar, selamat sampai tujuan, dan membawa kebahagiaan bagi seluruh keluarga.

Tinggalkan Balasan

Alamat email Anda tidak akan dipublikasikan. Ruas yang wajib ditandai *