
SURABAYA, 09/10/2026 – Dewan Keselamatan dan Kesehatan Kerja Provinsi Jawa Timur (DK3P Jatim) kembali menyelenggarakan kegiatan DK3P Jawa Timur Goes to School sebagai upaya meningkatkan pemahaman mengenai pentingnya Keselamatan dan Kesehatan Kerja (K3) sejak dini. Kegiatan yang berlangsung di SMK Negeri 7 Surabaya tersebut menyasar siswa sebagai calon tenaga kerja yang akan segera memasuki dunia kerja melalui Praktik Kerja Lapangan (PKL), magang, maupun pekerjaan setelah lulus.
Perwakilan Pengurus DK3P Jawa Timur, Edi Priyanto, dalam sambutannya menjelaskan bahwa kegiatan di SMK Negeri 7 Surabaya merupakan pelaksanaan kedua program DK3P Goes to School. Sebelumnya, kegiatan serupa telah dilaksanakan di SMA Negeri 5 Surabaya.
Edi juga memperkenalkan DK3P Jawa Timur sebagai organisasi yang melibatkan berbagai unsur dalam bidang K3, mulai dari akademisi, praktisi, asosiasi, serikat pekerja, hingga volunteer. Menurutnya, keterlibatan berbagai pihak tersebut diperlukan untuk mendukung peningkatan kesadaran dan penerapan K3 di Jawa Timur.
Ia menyoroti masih tingginya angka kecelakaan kerja di Jawa Timur, termasuk kecelakaan yang terjadi dalam perjalanan pekerja ketika berangkat maupun pulang dari tempat kerja. Kondisi tersebut menjadi salah satu alasan pentingnya edukasi K3 diberikan sejak bangku sekolah, khususnya kepada siswa SMK yang dalam waktu dekat akan berhadapan langsung dengan lingkungan kerja.
“K3 tidak cukup hanya untuk diketahui, tetapi harus dipahami dan diterapkan,” ujar Edi.
Menurutnya, terdapat tiga aspek kompetensi utama yang perlu dimiliki seseorang dalam penerapan K3, yaitu knowledge, skill, dan perilaku. Pengetahuan mengenai K3 perlu diikuti dengan kemampuan menerapkannya serta pembentukan perilaku yang mengutamakan keselamatan.
DK3P Jawa Timur juga mendorong agar nilai-nilai K3 semakin diperkenalkan dalam lingkungan pendidikan SMA dan SMK melalui muatan pembelajaran. Upaya tersebut saat ini masih dalam pembahasan bersama Dinas Pendidikan Jawa Timur. Edukasi sejak dini diharapkan dapat membentuk pola pikir bahwa keselamatan bukan sekadar aturan, melainkan bagian dari kebiasaan yang harus diterapkan dalam kehidupan sehari-hari.
Sementara itu, Kepala SMK Negeri 7 Surabaya, Rahadi Supratikto, M.Pd., menyampaikan apresiasi kepada DK3P Jawa Timur serta seluruh pihak yang telah mendukung terselenggaranya kegiatan tersebut. Ia menilai kehadiran DK3P memberikan kesempatan kepada siswa untuk mendapatkan pengetahuan sekaligus pengalaman praktis mengenai K3 sebagai bekal sebelum memasuki dunia kerja.
Rahadi menegaskan komitmen sekolah untuk terus memberikan pembelajaran terbaik kepada siswa, termasuk melalui kolaborasi dengan pihak eksternal. Para siswa juga didorong untuk berpartisipasi aktif selama kegiatan dengan menyimak materi, berinteraksi, mengajukan pertanyaan, serta menerapkan pengetahuan K3 di lingkungan sekolah maupun kehidupan sehari-hari.
Menurutnya, pemahaman mengenai keselamatan kerja penting dimiliki setiap individu, tidak hanya ketika berada di tempat kerja. Siswa juga didorong untuk terus belajar dan mengikuti perkembangan ilmu pengetahuan serta kebutuhan dunia kerja.
Kegiatan dilanjutkan dengan penyampaian materi K3 oleh Daninda, kemudian dilanjutkan dengan sesi tanya jawab. Sesi tersebut memberikan kesempatan kepada siswa untuk membahas berbagai persoalan yang berkaitan dengan K3 dan dunia kerja.
Salah satu topik yang dibahas adalah mengenai penggunaan alat pelindung diri (APD), khususnya cara menghadapi pekerja yang enggan menggunakan APD. Dalam pembahasannya, peserta diberikan pemahaman bahwa penolakan penggunaan APD perlu ditangani dengan terlebih dahulu mengetahui alasan pekerja, memastikan APD yang tersedia sesuai dan nyaman digunakan, serta melakukan sosialisasi mengenai pentingnya penggunaan APD.
Siswa juga menanyakan mengenai sertifikasi K3 Umum, termasuk jalur yang dapat ditempuh serta biaya sertifikasi melalui lembaga terkait. Pertanyaan tersebut menjadi salah satu gambaran ketertarikan siswa terhadap kompetensi K3 yang dapat mendukung kesiapan mereka memasuki dunia kerja.
Selain itu, Edi Priyanto turut menjelaskan mengenai tantangan yang dihadapi DK3P Jawa Timur dalam menjalankan berbagai program K3. Salah satu tantangan yang dihadapi adalah keterbatasan anggaran dalam pelaksanaan kegiatan. Untuk mengatasinya, DK3P Jatim berupaya mengembangkan berbagai inisiatif, termasuk melalui dukungan sponsorship dan bantuan dari perusahaan. Kolaborasi antar pengurus serta keterlibatan volunteer, termasuk mahasiswa K3 di Jawa Timur, juga menjadi bagian dari upaya mendukung pelaksanaan kegiatan dan memperluas edukasi mengenai keselamatan dan kesehatan kerja.
Pelaksanaan DK3P Goes to School di SMK Negeri 7 Surabaya menjadi salah satu bentuk upaya memperkenalkan K3 kepada generasi muda sebagai calon tenaga kerja. Melalui edukasi sejak bangku sekolah, siswa diharapkan tidak hanya memiliki pengetahuan (knowledge) mengenai K3, tetapi juga keterampilan (skill) dan perilaku aman yang dapat diterapkan dalam kehidupan sehari-hari maupun ketika memasuki dunia kerja.
DK3P Jawa Timur menekankan bahwa K3 bukan sekadar seperangkat aturan yang harus dipatuhi, melainkan merupakan budaya keselamatan yang perlu dibangun dan diterapkan sejak dini. Dengan terbentuknya kesadaran tersebut, generasi muda diharapkan dapat menjadi tenaga kerja yang tidak hanya kompeten, tetapi juga memiliki kepedulian terhadap keselamatan dan kesehatan di lingkungan kerja.
